Abstract :
Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Anemia pada remaja akan berdampak menurunkan kesehatan reproduksi (terutama remaja putri), kecerdasan terhambat, tingkat kebugaran menurun, menurunnya prestasi belajar, serta gangguan pertumbuhan sehingga tinggi badan dan berat badan tidak mencapai normal. Prevalensi anemia di Indonesia pada tahun 2013 adalah sekitar 21,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, siklus menstruasi dan status anemia terhadap prestasi belajar pada remaja putri di SMA Negeri 6 Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi kelas 10 dan 11 yang memenuhi kriteria 106 responden. Berdasarkan hasil penelitian dari 106 responden terdapat 71,1% responden yang memiliki status gizi normal. Analisis data menggunakan uji chi square. Berdasarkan uji statistik, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara siklus menstruasi (p=0,000), status anemia (p=0,000), pendidikan orang tua responden (p=0,023) dan pendapatan orang tua responden (p=0,035) dengan prestasi belajar sedangkan status gizi (p=0,785) dan pola makan (asupan zat gizi makro) (p=1.000) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan prestasi belajar. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa anemia merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar (OR=382,4).