Abstract :
Kasus kematian ibu disebabkan terutama oleh perdarahan, infeksi, dan tekanan
darah tinggi saat kehamilan. Perdarahan dapat berasal dari obestetri dan
ginekologi. Penyebab dari ginekologi yang berperan dalam meningkatkan angka
kematian ibu adalah mioma uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor
risiko utama dari indeks massa tubuh, usia, dan paritas terhadap munculnya
mioma uteri di RS PELNI Petamburan Tahun 2017. Desain penelitian ini adalah
case control dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan
melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta melihat rekam medis
pasien. Responden sejumlah 64 pasien. Populasi penelitian adalah populasi kasus
yaitu pasien dengan mioma uteri dan populasi kontrol yaitu selain pasien dengan
mioma uteri yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Poli Kebidanan dan
Kandungan RS PELNI Petamburan Periode November 2017 – Mei 2018. Hasil
penelitian menunjukkan sebanyak 31,3% obesitas, 29,7% usia dengan masa lansia
awal, 23,4% pasien dengan nullipara. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi-
Square didapatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna / signifikan antara
indeks massa tubuh (p= 0,000), dan paritas (p=0,000) dengan mioma uteru serta
tidak terdapat hubungan yang bermakna / signifikan antara usia dengan mioma
uteri (p=0,054). Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan
faktor yang paling berpengaruh terhadap mioma uteri adalah indeks massa tubuh
(OR=178,240), lalu diikuti dengan usia (OR=19,135).