Abstract :
Pasien stroke dapat mengalami kecacatan permanen sehingga memerlukan bantuan
orang lain dalam melakukan kegiatan sehari-hari, antara lain informal caregiver.
Kegiatan perawatan oleh informal caregiver dapat mengakibatkan caregiver burden.
Caregiver self-efficacy merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat
caregiver burden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
caregiver self-efficacy dengan caregiver burden pada informal caregiver pasien stroke.
Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional dan
teknik penentuan sampel adalah sampling jenuh sejumlah 32 informal caregiver pasien
stroke di Wilayah Kelurahan Pasir Jaya Kota Tangerang. Instrumen penelitian ini
adalah kuesioner data demografi responden, Caregiver Inventory (CGI) oleh Merluzzi
(2010) sebagai skala caregiver self-efficacy dan Zarit Burden Interview versi Bahasa
Indonesia (ZBI) yang diterjemahkan oleh Rahmat (2009) sebagai skala caregiver
burden. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji Kruskal-Wallis
menunjukkan terdapat hubungan antara caregiver self-efficacy skor total (p=0.000),
caregiver self-efficacy faktor 1 (mengelola informasi medis) (p=0.005), caregiver self-
efficacy faktor 2 (merawat pasien) (p=0.003), self-efficacy faktor 3 (merawat diri
sendiri) (p=0.002), caregiver self-efficacy faktor 4 (menangani emosi dan interaksi
sulit) (p=0.001) dengan caregiver burden. Hal ini menunjukkan bahwa caregiver self-
efficacy memiliki hubungan yang bermakna dengan caregiver burden pada informal
caregiver pasien stroke di Wilayah Kelurahan Pasir Jaya Kota Tangerang.