Abstract :
Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh paparan minyak panas pada stirofoam dan kresek hitam terhadap kadar MDA. Penelitian merupakan eksperimental murni, sampel 28 ekor tikus putih galur Wistar, berat badan ±200gram, usia 3
bulan, dibagi menjadi 4 kelompok, perlakuan selama 28 hari. Kontrol negatif diberi pakan biasa dan air minum; kelompok stirofoam diberi pakan, minum, dan minyak pada stirofoam; kelompok kresek hitam diberi pakan, minum, dan minyak
pada kresek hitam; kontrol positif diberi pakan, minum, dan minyak dicampur toluene. Mengambil darah dari vena ekor pada hari ke-14 dan ke-28 lalu memeriksa MDA plasma dengan spektrofotometer λ=532 nm. Hasil One-way Annova menunjukkan peningkatan MDA kelompok stirofoam dan kresek hitam hari ke-14 dan ke-28 (p=0.000). Uji post hoc menunjukkan MDA kelompok stirofoam meningkat signifikan pada hari ke-14 (p=0.003) dan ke-28 (p=0.043) dibanding kontrol negatif, begitu juga kelompok kresek hitam hari ke-14 (p=0.000) dan ke-28 (p=0.000). Kadar MDA antara kelompok stirofoam dan kresek hitam berbeda signifikan pada hari ke-14 (p=0.012), tetapi tidak pada hari ke-28 (p=0.340). MDA berbeda bermakna antara hari ke-14 dan ke-28 pada kelompok stirofoam (p=0.009) dan kelompok kresek hitam (p=0.031). Hal ini menunjukkan paparan minyak panas pada stirofoam dan kresek hitam dapat
menimbulkan stres oksidatif sel.