Abstract :
Di Indonesia sebagian perokok aktif sudah dimulai sejak kanak-kanak dengan usia
terbanyak pada usia 15-18 tahun sebesar 11,2%. Perokok yang berisiko penyakit PPOK
dan kanker paru sebesar 20-25%. Penelitian ini merupakan penelitian analitik
observasional dengan pendekatan potong lintang melalui kuesioner dan pengukuran
menggunakan peak flow meter. Jumlah responden penelitian ini adalah 92 orang yang
diambil secara purposive sampling pada Siswa SMA usia 15-19 tahun yang memenuhi
kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan perokok terbanyak pada usia 17 tahun
sebesar 36,95% dengan nilai rerata arus puncak ekspirasi 470,22 L/mnt dan bukan
perokok sebesar 500,87 L/mnt. Hasil uji bivariat menggunakan uji T-Independent
didapatkan adanya perbedaan bermakna nilai rerata arus puncak ekspirasi antara
perokok remaja perokok dengan remaja bukan perokok SMA usia 15-18 dengan nilai
(p=0,001). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai arus puncak ekspirasi pada remaja
perokok lebih rendah dari remaja bukan perokok.