Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Author
Harastha Qinthara Mathilda, -
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2019-12-03 01:53:50
Abstract :
Gold standard menetapkan dugaan diagnosis TB adalah berdasarkan pewarnaan bakteri tahan asam (BTA). Namun, pada pasien HIV seringkali menunjukkan hasil BTA negatif. Pada keadaan tersebut, kelainan paru baru diketahui setelah terlihatnya lesi pada foto toraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan lokasi lesi paru pada pasien TB paru dengan dan tanpa infeksi HIV. Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional pada 71 pasien dengan teknik penentuan sampel total sampling di RS Pengayoman Cipinang. Instrumen yang digunakan adalah rekam medis. Subjek penelitian diambil dari pasien TB paru tanpa infeksi HIV dan pasien TB paru dengan infeksi HIV kasus baru, bukan TB MDR, berusia >18 tahun, belum pernah minum OAT, tidak memiliki penyakit imunodefisiensi lain, dan tidak minum obat imunosupresi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran foto toraks yang lebih sering ditemukan pada pasien TB paru tanpa infeksi HIV adalah infiltrat, kavitas, konsolidasi dan atelektasis dan mayoritas lesi terletak pada lapang atas, sebaliknya gambaran foto toraks yang lebih sering ditemukan pada pasien TB paru dengan infeksi HIV adalah infiltrat dan limfadenopati dan mayoritas lesi terletak pada lapang bawah. Hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa terdapat perbedaan letak lesi antara pasien TB paru dengan infeksi HIV dan tanpa infeksi HIV (p = 0,000).