DETAIL DOCUMENT
FORMULASI BISKUIT SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG KORO PEDANG (Canavalia Ensiformis)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Author
Beata Kristina Mahaeshwari, -
Subject
RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine 
Datestamp
2019-12-05 15:13:25 
Abstract :
Sampai pada usia 6 bulan, bayi hanya membutuhkan ASI sebagai satu-satunya makanan. Setelah usianya lebih dari 6 bulan, bayi memerlukan lebih dari sekedar ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan tambahan yang diberikan pada bayi disebut sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI). Saat ini, MP-ASI didominasi dengan tepung terigu sebagai bahan bakunya. Sekitar 4 juta ton gandum diimport setiap tahunnya, demi memenuhi kebutuhan tepung terigu dalam negri. Tepung Koro Pedang (Canavalia ensiformis) sekarang dikenal sebagai salah satu tepung yang mengandung tinggi protein, mengandung 37,61% protein, sedangkan tepung terigu hanya mengandung 8,9% protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan formulasi biskuit berbahan dasar tepung koro pedang, kemudian menganalisa kandungan gizinya. Penelitian ini menggunakan studi eksperimental, dengan uji Independent Sample T-Test. Organoleptik dilakukan untuk menentukan formulasi terpilih, melibatkan 42 panelis. Penambahan tepung kacang koro dilakukan berdasarkan trial and error, sehingga didapatkan 3 formulasi yaitu Formulasi 1 (25 gr), Formulasi 2 (20 gr) dan Formulasi 3 (15 gr). Uji organoleptic menunjukkan formula terpilih adalah formulasi 3. 100 gram biskuit koro pedang mengandung 8,03 gram protein, 57,1 gram karbohidrat, 21,01 gram lemak dan 504,5 kkal energy. 
Institution Info

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta