DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN HEWANI, VITAMIN C DAN KALSIUM DENGAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA PEGAWAI LAKI-LAKI PRALANSIA DI DISKUMAL CILANGKAP JAKARTA TIMUR
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Author
ARIFA MUJIARTI, -
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2019-11-05 03:19:18 
Abstract :
Hiperurisemia didefinisikan sebagai asam urat dengan kadar konsentrasi yang melebihi batasan normal. Seiring bertambahnya usia semakin meningkat risiko hiperurisemia. Beberapa faktor risiko diduga memiliki peran dalam terjadinya hiperurisemia seperti asupan makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan protein hewani, vitamin c dan kalsium dengan kejadian hiperurisemia pada pegawai laki-laki pralansia.Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel yaitu 72 responden laki-laki pralansia yang berada di kantor Dinas Hukum Angkatan Laut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan FFQ semi kuantitatif untuk asupan protein hewani, vitamin c dan kalsium. Asam urat darah responden diukur dengan blood uric acid meter. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara asupan protein hewani (p=0,005) vitamin c (p=0,000) dengan kejadian hiperurisemia dan tidak ada hubungan antara asupan kalsium (p=0,100) dengan kejadian hiperurisemia. Asupan protein hewani tinggi lebih banyak mengalami hiperurisemia (69,4%) dibandingkan dengan asupan protein hewani tidak cukup (66,7%), asupan vitamin c tidak cukup lebih banyak mengalami hiperurisemia (77,8%) dibandingkan dengan asupan vitamin c cukup (75%) dan asupan kalsium yang tidak cukup lebih banyak mengalami hiperurisemia (62,2%) dibandingkan dengan asupan kalsium cukup (60%). Asupan protein hewani, vitamin c dan kalsium jika dibandingkan dengan AKG per hari masih belum terpenuhi. 
Institution Info

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta