Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Author
Dira Cinta Permatasari, -
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2019-11-05 06:52:32
Abstract :
Baduta di Indonesia masih mengalami status gizi kurang dan yang diberikan makanan
pendamping ASI dini dengan status gizi kurang sebesar 73% di wilayah Depok.
Akibat dari status gizi kurang berdampak pada kecerdasan dan perkembangan otak
anak. Faktor langsung dari penyebab status gizi kurang adalah kurangnya asupan,
pemberian makanan pendamping ASI dini, sedangkan penyebab tidak langsung ialah
pendidikan ibu dan pendapatan keluarga. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis
hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI dini, pendidikan ibu,
pendapatan keluarga dan asupan energi dengan status gizi usia 6-24 bulan di
kelurahan Tirtajaya Depok. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Sampel
sebanyak 73 orang dengan cara cluster sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan
November - Desember 2017. Data berat badan berasal dari KMS, informasi
pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan asupan energi bersumber dari hasil
kuesioner dan food recall. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil
analisis uji statistic menunjukan terdapat hubungan bermakna (p<0.05) antara
pemberian makanan pendamping ASI dini (p=0.049), asupan energi (p=0.025)
dengan status gizi baduta. Sedangkan, hasil dari pendidikan ibu (p=1.00) dan
pendapatan keluarga (p=0.722) yang menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan
(p>0.05) dengan status gizi baduta. Pemberian makanan pendamping ASI dini dan
asupan energy memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi baduta. Tidak
adanya hubungan antara pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan status gizi
baduta usia 6-24 bulan di kelurahanTirtajaya Depok.