Abstract :
Gizi lebih merupakan satu dari sekian masalah kesehatan yang kini menjadi perhatian di
lingkungan masyarakat, terutama yang terjadi pada kelompok usia remaja. Gizi lebih
pada remaja dapat disebabkan beberapa faktor risiko yaitu aktivitas fisik, konsumsi energi
yang berlebihan, pengetahuan tentang gizi, faktor lingkungan, jenis kelamin, tingkat
sosial ekonomi dan tingkat pendidikan orangtua. Prevalensi remaja yang mengalami gizi
lebih di DKI Jakarta menurut Riskesdas tahun 2013 sebesar 26,6%. Hal ini menunjukkan
angka yang lebih besar jika dibandingkan dengan prevalensi gizi lebih pada remaja di
Indonesia yaitu sebesar 18,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gizi
lebih dengan asupan gizi, kebiasaan konsumsi, dan aktivitas fisik pada remaja di SMA
Negeri 34 Jakarta. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain studi cross
sectional. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 34 Jakarta pada bulan Mei 2017.
Pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling dan diperoleh 118 subjek
penelitian yang diukur tinggi badan dan berat badannya serta dilakukan pendataan dengan
metode food frequency questionnaire, recall 24 jam dan kuesioner PAQ-A. Data ini
kemudian dianalisis menggunakan uji analisis chi-square dengan nilai α = 0,05.
Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa terdapat hubungan antara gizi lebih dengan
asupan energi (p = 0,001), asupan protein (p = 0,007), asupan lemak (p = 0,007), asupan
karbohidrat (p = 0,003), konsumsi fast food (p = 0,008), dan aktivitas fisik (p = 0,009).
Sedangkan pada asupan serat (p = 0,099) dan konsumsi soft drink(p = 0,098) tidak
terdapat hubungan. Dari hasil penelitian, diharapkan remaja dapat rutin mengecek status
gizinya dan menerapkan pola makan yang sesuai denga pedoman gizi seimbang.