Abstract :
Akne vulgaris dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti penggunaan kosmetik, obat-obatan, genetik, hormon, diet, trauma, infeksi, dan lingkungan. Penyakit ini sering terjadi pada usia remaja terutama wanita. Stres yang muncul akibat akne vulgaris dapat menjadi masalah psikologis pada penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kosmetik dengan timbulnya akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UPNVJ. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross- sectional. Sampel diambil dari mahasiswi sebanyak 39 responden dengan teknik simple random sampling. Dilakukan pemeriksaan fisik dan kuesioner sebagai instrument penelitian. Pada uji univariat didapatkan 94,9% responden mengalami akne vulgaris dan menggunakan kosmetik. Pada uji bivariat dengan menggunakan fisher exact test didapatkan p = 0.544, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan kosmetik dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Jakarta tahun 2019.