Abstract :
Prevalensi Stunting di Kecamatan Sukmajaya cukup tinggi yang dapat berakibat pada
perkembangan otak yang tidak baik. Stunting disebabkan oleh beberapa faktor seperti
pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga, riwayat dari pemberian ASI
Eksklusif dan riwayat penyakit infeksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin menganalisis
kejadian stunting, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, riwayat ASI
Eksklusif dan riwayat penyakit infeksi yang berhubungan terhadap kejadian stunting pada
balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Sukmajaya. Desain penelitian yang
dilakukan adalah menggunakan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 106
balita yang di dapat dengan cara cluster sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan April
sampai Mei 2017.Informasi tinggi badan, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, pendapatan
keluarga, riwayat ASI Eksklusif, dan riwayat penyakit infeksi di peroleh melalui wawancara
menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis uji
statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p<0.05) antara pengetahuan
gizi ibu (p=0.007), pendapatan keluarga (p=0.037), dan riwayat penyakit infeksi (p=0.006)
terhadap stunting pada balita 12-59 bulan. Sedangkan pendidikan ibu (p=0.148) dan riwayat
ASI Eksklusif (p=0.177) tidak berhubungan (p>0.05) terhadap stunting pada balita 12-59
bulan. Pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, dan riwayat infeksi memiliki hubungan
yang signifikan terhadap stunting pada balita 12-59 bulan. Sedangkan pendidikan ibu dan
riwayat ASI Eksklusif tidak berhubungan terhadap stunting pada balita 12-59 bulan di
wilayah kerja Puskesmas Sukmajaya.