Abstract :
Masalah kurang gizi merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita.
Dampak jangka dari kurang gizi adalah anak mengalami gangguan bicara, anak
menjadi apatis, dan ganguan perkembangan lainnya, Menurut data WHO 2011,
prevelensi gizi kurang anak di Indonesia yaitu 13%. Penelitian ini menggunakan
desain study cross sectional dengan pengambilan data menggunakan kuesioner
dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017. Jumlah
responden dalam penelitian ini berjumlah 53 orang ibu yang memiliki bayi usia 6-
23 bulan di UPT Puskesmas Cinere. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
terdapat hubungan antara pengetahuan dan status gizi 6-23 bulan (p=0,008), tidak
terdapat hubungan antara perilaku dengan status gizi (p=0,07), terdapat hubungan
antara asupan energi dengan status gizi (p=0,02), tidak terdapat hubungan antara
asupan protein dengan status gizi (p=0,131), dan tidak terdapat hubungan antara
asupan lemak dengan status gizi.