Abstract :
Sebuah proses komunikasi dapat dikatakan berjalan dengan baik apabila
pesan yang disampaikan mendapatkan feedback yang sesuai dengan tujuan yang
diharapkan. Termasuk apa yang dilakukan oleh lembaga negara DPR RI dalam
menyampaikan program Rumah Aspirasi kepada khalayak umum dengan
menggunakan media periklanan. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau pesan Iklan
Rumah Aspirasi yang telah terlebih dahulu direncanakan oleh DPR untuk merubah
sikap, pandangan dan perilaku masyarakat sesuai dengan pola yang ditetapkan oleh
DPR tidak menjamin adanya kepuasan dari targetnya yaitu masyarakat bahkan
banyak masyarakat tidak mengetahui tentang program Rumah Aspirasi termasuk
Iklan Rumah Aspirasi yang isinya mengandung pesan edukasi politik karena hanya
ditayangkan di TVR Parlemen yang ruang lingkupnya hanya terbatas di wilayah
Gedung DPR RI dan web Rumah Aspirasi saja, padahal dalam hal ini masyarakat
sendiri banyak yang masih belum mengetahui tentang adanya informasi Rumah
Aspirasi yang terdapat dalam tingkat pemerintahan DPR RI. Metode penelitian yang
digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian kualitatif mencakup transkrip hasil wawancara, reduksi
data, analisis, dan triangulasi. Dari hasil analisis data yang kemudian dapat ditarik
kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa adanya masalah dalam proses
komunikasi dan juga edukasi iklan politik yang tidak sampai kepada masyarakat
sehingga masyarakat tidak mengetahui informasi Iklan Rumah Aspirasi.
Kata kunci: Rumah Aspirasi, Komunikasi, DPR RI, Periklanan
A communication process can be said to run well if the message delivered
gets feedback in accordance with the expected goals. Including what is done by state
institutions of the Republic of Indonesia House of Representatives in delivering the
Aspirations House program to the general public using advertising media. This
research was conducted to review the message of the Aspiration House Adverts
which had been planned by the DPR to change the attitudes, views and behavior of
the people in accordance with the pattern set by the DPR. Aspiration Houses whose
contents contain political education messages because they are only shown on
Parliament TVR whose scope is limited only in the territory of the Indonesian
Parliament Building and the Aspiration Houses website, even though in this case
many people themselves still do not know about the existence of Aspiration House
information contained at the level the government of the Indonesian Parliament. The
research method used is qualitative research methods. Data collection techniques
used by in-depth interviews and documentation. Data analysis techniques used in
qualitative research include interview transcripts, data reduction, analysis, and
triangulation. From the results of data analysis, conclusions can be drawn. The
results of the study found that there were problems in the communication process and
also political ad education that did not reach the public so that the community did
not know the information on Aspiration House Ads.
Keywords: home of aspiration, communication, DPR RI, advertising