Abstract :
Gangguan menstruasi dapat menimbulkan stres dan menurunkan kualitas hidup
wanita. Gambaran menstruasi seseorang dapat memperlihatkan keadaan fungsi
reproduksi seseorang dan risiko mengalami berbagai penyakit. Aktivitas fisik
diperkirakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi terjadinya gangguan
menstruasi tersebut. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan
faktor stres terhadap siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Analis Kimia
Nusa Bangsa Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross
sectional. Subjek diambil secara acak sederhana dan jumlah subjek yang
digunakan dalam penelitian ini adalah 73 orang remaja putri. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik pada kategori tingkat sedang, tingkat
stres pada kategori stres tingkat rendah dan siklus menstruasi pada kategori
teratur. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan faktor
stres dengan siklus menstruasi (p<0.05). Tingkat aktivitas fisik yang tinggi dan
tingkat stres yang tinggi merupakan faktor risiko terhadap gangguan siklus
menstruasi. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres dengan
siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Analis Kimia Nusa Bangsa Bogor
tahun 2017.