Abstract :
Status gizi merupakan cerminan ukuran terpenuhinya kebutuhan gizi yang didapatkan dari
asupan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh. Ketidakseimbangan antara makanan yang
dikonsumsi dengan kebutuhan pada remaja akan menimbulkan masalah gizi kurang maupun
masalah gizi lebih, Orang yang mempunyai status gizi lebih mempunyai risiko kematian dua
kali lebih besar dibandingkan orang dengan status gizi normal. Penelitian ini dilakukan
dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional.Pengumpulan data dilakukan
dengan metode wawancara dengan alat bantu kuesioner, dan pengukuran langsung terhadap
responden. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII, dan VII yang masuk ke dalam
kriteria inklusi. Sampel berjumlah 70 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan
analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa responden yang
memiliki status gizi lebih sebesar 21,4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p-value = 0,029), terdapat hubungan
antara kebiasaan jajan dengan status gizi (p-value = 0,03), terdapat hubungan antara
kebiasaan sarapan dengan status gizi (p-value = 0,033), dan terdapat hubungan antara
aktivitas fisik dengan status gizi (p-value = 0,042). Mahasiswa fakultas kesehatan khususnya
gizi bekerja sama dengan pihak sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi maupun
penyuluhan terkait pengetahuan gizi, kebiasaan jajan, kebiasaan sarapan,dan aktivitas fisik
kepada siswa-siswi yang ada di sekolah-sekolah.