DETAIL DOCUMENT
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-60 BULAN DI PUSKESMAS BANGKONOL KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN TAHUN 2019
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Author
Diky Mujiwinanto, -
Subject
RJ101 Child Health. Child health services 
Datestamp
2019-11-04 07:57:55 
Abstract :
Stunting adalah kejadian malnutrisi tertinggi dibandingkan dengan kejadian balita kurus dan balita gemuk. Stunting dapat menyebabkan berbagai dampak buruk antara lain pada aspek kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kemiskinan. Kejadian stunting dapat dicegah dengan cara menghindari faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya stunting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor risiko apa saja yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Puskesmas Bangkonol Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Penelitian ini bersifat kasus kontrol dengan modifikasi 1 kasus berbanding2 kontrol. Data didapatkan melalui data puskesmas, data buku KIA, dan wawancara. Jumlah sampel 168 balita dengan 56 balita menderita stunting dan 112 balita normal. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil menunjukkan bahwa stunting dipengaruhi oleh gizi ibu saat hamil (p=0,000;OR=9,072;95% CI 3,367-24,445), ASI eksklusif (p=0,004;OR=2,647;95% CI 1,341-5,225), riwayat prematur (p=0,004;OR 2,667;95% CI 1,344-5,295), status imunisasi (p=0,016;OR=2,265;95% CI 1,160-4,420), dan riwayat infeksi (p=0,006;OR=3,016;95% CI 1,341-6,780), sedangkan berat badan lahir (p=0,601) dan panjang badan lahir (p=0,733) tidak memengaruhi kejadian stunting. Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah status gizi ibu saat hamil dengan nilai 7,444 kali. 
Institution Info

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta