Abstract :
Pada tahun 2010 penyakit kardiovaskular menyumbang angka kematian terbesar di
Indonesia. Data Riskesdas menunjukkan pada tahun 2013 prevalensi
hiperkolesterol sebesar 35,9%. Asam lemak omega 3 (EPA dan DHA) mampu
mengurangi kolesterol dalam darah, mengurangi resiko penyakit jantung dan
aterosklerosis. Salah satu pangan yang mengandung tinggi EPA dan DHA yaitu
ikan kembung (Rastrelliger Kanagurta L.). Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan kerupuk tapioka dari tepung ikan kembung sebagai camilan yang
mampu mengurangi resiko aterosklerosis. Metode yang digunakan adalah
eksperimental dan desain penelitian adalah rancangan acak lengkap pola faktorial
3 x 2 dengan 2 ulangan. Tiga komposisi bahan penambahan tepung ikan kembung
sebanyak 6,5 g (F1), 11,5 g (F2), dan 16,5 g (F3)) dan dua teknik menggoreng
(minyak dan sangrai pasir). Formula terbaik hasil uji organoleptik adalah F1 goreng
minyak yang mengandung 3,97% air, 2,10% abu, 7,80% protein, 37,44% lemak,
48,68% KH, 1,85g/100g EPA dan 4,75g/100g DHA, dan F2 sangrai pasir
mengandung 6,08% air, 3,83% abu, 21,69% protein, 0,36% lemak, 68,03% KH,
19,70g/100g EPA dan 39,15g/100g DHA.