Abstract :
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah
yang mengakibatkan tekanan darh meningkat (Sustrani, 2006). Hasil penelitian
Tjekyan (2014) diperoleh proporsi hipertensi pada pekerja di wilayah sumatera
selatan sebesar 22,78%. Hipertensi dapat terjadi oleh beberapa faktor, salah
satunya adalah faktor sosial dan asupan zat gizi (Kurniawan, 2002). Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sosial ekonomi dan
asupan zat gizi dengan kejadian hipertensi di McDonald’s Palembang. Metode
yang digunakan pada penelitian ini cross-sectional. Populasi sampel adalah
seluruh karyawan McDonald’s Palembang sebanyak 100 orang. Pengambilan
sample menggunakan simple random sampling dengan besar sampel 42 orang.
Pengumpulan data untuk asupan zat gizi adalah dengan Recall 24 Jam. Form
Kuesioner untuk kejadian hipertensi dan sosial ekonomi. Pada penelitian ini
variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi yaitu asupan energi
(p-value= 0.283), asupan protein (p-value= 0.636), asupan karbohidrat (p-value=
0.283), Besar Keluarga (p-value= 0.441), pendapatan (p-value= 0.283), status
pendidikan (p-value= 0.290), jenis kelamin (p-value= 0.303), dan usia (p-value=
0.110). Sedangkan variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi yaitu
asupan lemak (p-value= 0.014), asupan serat (p-value= 0.040), dan asupan
natrium (p-value= 0.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada
hubungan antara sosial ekonomi dengan kejadian hipertensi dan ada hubungan
antara asupan lemak, serat, dan natrium dengan kejadian hipertensi.