Abstract :
Masalah gizi ganda di Indonesia terus meningkat. Masalah gizi kurang beresiko
meningkatkan penyakit infeksi dan masalah gizi lebih dengan akumulasi lemak
tubuh yang berlebih dapat meningkatkan risiko menderita penyakit degeneratif.
Prevalensi kejadian gizi lebih dan gizi kurang remaja di Indonesia yaitu 6,2% dan
8,1% di daerah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
pengetahuan gizi, konsumsi serat dan aktivitas fisik dengan status gizi pada
remaja XI IPA SMA Negeri 5 Depok Tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan desain studi potong lintang. Subjek penelitian ini merupakan
siswa/i kelas XI IPA yang memenuhi kriteria sebanyak 59 responden yang dipilih
dengan metode simple random sampling. Data penelitian didapatkan dengan cara
pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner pengetahuan gizi dan
aktivitas fisik serta wawancara food recall 3x24 jam untuk asupan makanan. Hasil
penelitian menunjukkan sebesar 57,6% dan 42,4% respoden dengan status gizi
normal dan gizi lebih. Hasil bivariat menggunakan uji potong lintang
menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi (p= 0,114) dengan
status gizi, namun terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi serat (p=
0,027) dan juga aktivitas fisik (p=0,001) terhadap status gizi remaja. Kesimpulan
pada penelitian ini, tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi
pada remaja XI IPA SMA Negeri 5 Depok, namun ada hubungan antara konsumsi
serat dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja XI IPA SMA Negeri 5
Depok.