Abstract :
Stunting pada anak usia dibawah lima tahun di Indonesia masih perlu mendapat
perhatian serius. Pada tahun 2013, terdapat 37,2% balita stunting di Indonesia.
Stunting dapat berakibat penurunan tingkat kecerdasan terutama pada anak usia
dibawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya
hubungan antara berat badan lahir, panjang badan lahir, asupan energi, asupan
protein dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting di Wilayah Kerja UPT
Puskesmas Sukmajaya Depok. Penelitian ini menggunakan metode Cross
Sectional. Jumlah sampel 68 balita dipilih dengan cara cluster random sampling.
Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tinggi badan, wawancara
kuisioner dan lembar food recall. Hasil analisis uji statistik menunjukkan berat
badan lahir (p=0,010), panjang badan lahir (p=0,032), asupan energi (p=0,032)
dan asupan protein (p=0,010) memiliki hubungan yang signifikan terhadap
kejadian stunting pada balita. Tidak terdapat hubungan antara tinggi badan ibu
(p=0,383) terhadap kejadian stunting. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan
bahwa beberapa variabel yang diteliti berhubungan dengan kejadian stunting.
Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden yang stunting sebesar 29,4%
dan yang memiliki status gizi normal sebesar 70,6%