Abstract :
Latar Belakang : Telemedika menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
merupakan sistem layanan Kesehatan menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi untuk diagnosis, perawatan, pencegahan penyakit, penelitian dan
pendidikan berkelanjutan untuk memajukan kesehatan individu dan komunitasnya.
Telemedika pada Neurologi merupakan alat efektif untuk membantu populasi
kurang terlayani, terutama pada daerah yang tidak memiliki spesialis neurologi
yang mencukupi seperti Asia yang penduduknya merupakan 60% dari populasi
dunia dan hanya memiliki 20% ahli saraf. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik
penggunaan telemedika pada kasus Neurologi di Asia. Metode: Tinjauan
Sistematis dengan mengikuti prosedur PRISMA-P. Publikasi antara 2010-2020
pada basis data EBSCO dan PubMed menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa
Indonesia. JBI Critical Appraisal tools digunakan untuk mengevaluasi kualitas
literatur. Hasil: Didapatkan 24 literatur yang potensial dengan karakteristik Fungsi
penggunaan telemedika paling banyak digunakan untuk konsultasi (46%). Penyakit
stroke paling banyak dikonsultasikan (54,1%). Jenis telemedika paling banyak
digunakan secara sinkron (71%). Media video merupakan media yang paling
banyak digunakan (62,5%). Telemedika efektif digunakan pada kasus neurologi di
Asia (92%). Kesimpulan: Karakteristik penggunaan telemedika pada kasus
Neurologi paling banyak digunakan untuk konsultasi dengan penyakit stroke yang
paling banyak dikonsultasikan dan jenis telemedika yang digunakan paling banyak
secara sinkron dengan media video. Telemedika efektif digunakan pada kasus
neurologi di Asia.
Kata kunci: Telemedika; Neurologi; Teleneurologi