Abstract :
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi jalan berbagai hal dapat terjadi yang
bisa menyebabkan bertambahnya waktu pelaksanaan dan biaya tambahan.
Penambahan waktu penyelesaian pekerjaan proyek dapat diantisipasi dengan
melakukan percepatan dalam pelaksanaannya, namun harus tetap memperhatikan
faktor biaya. Dengan adanya keterbatasan tenaga kerja, maka alternatif yang bisa
digunakan untuk menunjang percepatan aktifitas adalah dengan menambahkan
jam kerja atau dalam arti kata lain memaksimalkan sumber daya yang telah ada.
target lain dari percepatan yang dilakukan diharapkan dapat menyimpan
keuntungan tambahan.
Pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi terhadap jadwal pekerjaan
yang ada dengan melakukan percepatan menggunakan metode crashing, yaitu
dengan menambahkan jam kerja lembur pada pekerjaan yang berada di lintasan
kritis. Selanjutnya akan dilakukan perbandingan biaya total proyek pada saat
normal, penambahan 1 jam kerja, 2 jam kerja, 3 jam kerja.
Dari hasil evaluasi dan analisis, didapatkan tahap normal biaya total
proyek adalah sebesar Rp3.636.363.636,37 dengan waktu penyelesaian 90 hari
kalender. Penambahan 1 jam kerja lembur pada lintasan kritis menghasilkan
pengurangan biaya sebesar Rp16.282.102,64 dari biaya total sebesar
Rp3.636.363.636,37 menjadi Rp3.620.081.533,73 dengan prosentase perubahan
biaya 0,45% dan waktu penyelesaian 78 hari kalender. Penambahan 2 jam kerja
lembur pada lintasan kritis menghasilkan pengurangan biaya sebesar
Rp10.875.684,32 dari biaya total sebesar Rp3.636.363.636,37 menjadi
Rp3.625.487.952,05 dengan prosentase perubahan biaya 0,30% dan waktu
penyelesaian 73 hari kalender. Penambahan 3 jam kerja lembur pada lintasan
kritis tidak menghasilkan keuntungan dan terjadi penambahan sebesar
Rp1.691.482,83 dari biaya total sebesar Rp3.636.363.636,37 menjadi
Rp3.638.055.119,20 dengan waktu penyelesaian 71 hari kalender