Abstract :
Permasalahan pengolahan kualitas air rawa ini sangat penting segera diatasi. Di
antaranya sebelum dikonsumsi air rawa dapat diolah terlebih dahulu dengan
menggunakan metode penyaringan. Media penyaringan yang dapat digunakan seperti
pasir, kerikil, ijuk, karbon, tawas.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hasil kualitas mutu air rawa
dengan metode penyaringan penggunaan tawas. Mengetahui prosedur pengolahan air
dengan metode penyaringan penggunaan tawas dan juga menganalisis perbandingan nilai
kualitas mutu air rawa dengan metode penyaringan penggunaan tawas menurut
Permenkes nomor 492 tahun 2010.
Berdasarkan nilai kadar 3 (Tiga) parameter (pH, Besi/Fe dan Mangan/Mn) yang
diperiksa dan dari perhitungan nilai yang diperoleh, hasil dari kelima perlakuan yang
berbeda itu pada perlakuan pertama yakni pada penambahan tawas (Al2(SO4)3) 10mg/L
adalah perlakuan yang paling efektif untuk mendapatkan kualitas mutu air yang baik
terutama untuk nilai pH Air Rawa sebesar 7,83 mg/L. Meskipun kadar parameter Mangan
(Mn) tidak mengalami dampak yang signifikan akan tetapi masih memiliki nilai rata-rata
lebih rendah dari standar baku yang ditetapkan Permenkes Nomo 492 tahun 2010 tentang
persyaratan kualitas air minum.