Abstract :
Setiap tahun produksi semen portland terus meningkat akibat tingginya
permintaan industri konstruksi. Kenaikan produksi semen portland di indonesia
setiap tahun sekitar 4% (Widodo santoso). Oleh karnanya semakin banyak gas
CO2 yang di lepaskan ke atmosfir selama produksi semen terus meningkat selain
itu semen juga merupakan kebutuhan terbesar selain alumunium dan baja dalam
sektor industri konstruksi.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Bahan Fakultas
Teknik Universitas Pasir Pengaraian. Pengujian dilakukan meliputi pengujian
karakteristik bahan dasar material campuran yang akan digunakan dalam
perhitungan perencanaan campuran (mix design). Penelitian dilanjutkan dengan
pembuatan benda uji sesuai dengan data-data yang telah diperoleh dimana
sebelumnya telah dilakukan trial mix design. Benda uji dibuat sesuai dengan
variasi dari faktor-faktor yang mempengaruhi geopolimer. Benda uji yang telah
dibuat selanjutnya dirawat pada suhu ruang selama 7 hari dan melakukan
perendaman di air gambut. Pengujian akhir yang dilakukan adalah Pengujian
Kuat Tekan dan Absorpsi (penyerapan air).
Hasil kuat tekan paving block geopolimer abu sawit variasi NaOH 16 Molar
adalah 13,35 MPa didapatkan mutu C (digunakan untuk pejalan kaki), Variasi
NaOH 18 molar adalah 18,10 Mpa didapatkan mutu B (digunakan untuk
perlatan parkir) dan Variasi 20 molar adalah 13,77 Mpa didapatkan mutu C
(digunakan untuk pejalan kaki). Hasil Pengujian absorpsi paving block
geopolimer di variasi Sampel 16 M sebesar 7,55% didapatkan mutu C
(digunakan untuk pejalan kaki), Variasi NaOH 18 molar adalah 3,94%
didapatkan mutu B (digunakan untuk perlatan parkir) dan Variasi 20 molar
adalah 6,17% didapatkan mutu C (digunakan untuk pejalan kaki)