Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model
pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan penalaran matematis siswa
kelas VII SMP N 5 Rambah Hilir. Penelitian ini adalah penelitian Quasi
Eksperiment dengan desain Two-group posttest only. Populasi pada penelitian ini
adalah siswa kelas VII SMP N 5 Rambah Hilir dengan sampel kelas VII 1 dan
kelas VII 2. Kelas sampel diperoleh dengan menggunakan teknik random
sampling yang dilakukan secara undian. Pada kelas eksperimen diterapkan model
pembelajaran pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol diterapkan
pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian ini adalah soal uraian
kemampuan penalaran matematis dan untuk memperoleh instrumen yang baik
maka dilakukan analisis instrument yaitu validitas, daya pembeda, tingkat
kesukaran dan reliabilitas. Data posttest kemampuan penalaran matematis yang
diperoleh dilakukan analisis data untuk menguji hipotesis. Sebelum dilakukan uji
hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan uji
lilliefors yang hasilnya kedua kelas sampel tidak berdistribusi normal. Selanjutnya
dilakukan uji hipotesis menggunakan mann whitney, hasil perhitungan diperoleh
Zhitung > Ztabel yaitu 2,78 > 1,96 untuk ? = 0,05 maka tolak H0. Sehingga
diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh model pembelajaran berbasis masalah
terhadap kemampuan penalaran matematis siswa kelas VII SMP N 5 Rambah
Hilir.