Abstract :
Dalam penelitian harga pokok produk, sistem akuntansi biaya tradisional
kurang sesuai lagi untuk di terapkan di era teknologi yang modern seperti saat ini,
karena sistem ini mempunyai beberapa kelemahan. Diantaranya adalah
memberikan informasi biaya yang terdistorsi. Distorsi timbul karena adanya
ketidakakuratan dalam pembebanan biaya, sehingga mengakibatkan kesalahan
penentuan biaya, pembuatan keputusan, perencanaan,dan pengendalian. Distorsi
tersebut juga mengakibatkan undercost/overcost terhadap produk. Adanya
berbagai kelemahan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan metode Activity
Based Costing.
Activity Based Costing adalah metode penentuan harga pokok yang
menelusur biaya ke aktivitas, kemudian ke produk. Perbedaan utama perhitungan
harga pokok produk antara akuntansi biaya tradisional dengan ABC adalah jumlah
cost driver (pemicu biaya) yang digunakan dalam metode ABC lebih banyak
dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif rawat inap
dengan menggunakan metode ABC memberikan hasil yang lebih besar. Hal ini
disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk.
Pada metode akuntansi biaya tradisional biaya overhead pada masing-masing
produk hanya dibebankan pada satu cost driver saja. Akibatnya cendrung terjadi
distorsi pada pembebanan biaya overhead. Sedangkan pada metode ABC,biaya
overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver.
Sehingga dalam metode ABC, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas
kesetiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.
Kata Kunci : Activity Based Costing, Tarif Jasa Rawat Inap