Abstract :
ABSTRAK
Sungai yang sering terkena dampak banjir ialah sungai yang sedimen dasarnya sudah banyak menumpuk, sedimen dasar akan mengakibatkan pendangkalan pada badan sungai, salah satunya sungai Kumu. Jika sedimen berada di bawah ambang normal akan mengakibatkan terjadinya penurunan permukaan dasar sungai (degradasi). Pendangkalan sungai yang tidak ditanggulangi dapat menyebabkan terjadinya banjir jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan dalam rentang waktu yang lama atau dengan kata lain air melimpas ke permukaan dan dapat menggenang ke pemukiman warga sekitar bantaran sungai.
Tujuan dari penelitin ini untuk mengetahui karakteristik jenis bed load, mengetahui tingkat sedimentasi (Qs) yang terjadi. Dengan jarak pengukuran 1000 m dengan jumlah 2 penampang, hasil yang didapat, untuk berat jenis pada penampang 1 didapat 2,579 gram diklasifikasikan sebagai Lempung Organik, sedangkan Untuk berat jenis pada penampang 2 didapat 2,755 gram diklasifikasikan sebagai Lempung Tak Organik. Dan Hasil dari perhitungan dengan Metode Meyer-Peter-Muller ialah Dari data perhitungan angkutan sedimen dasar (Bed Load). Di dapatkan perhitungan jumlah sedimen yang masuk pada Sungai Kumu perhari adalah 5,143m³/hari.
Kata Kunci : Sedimen Dasar, Meyer-Peter-Muller