Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi financial distress pada
PT. Bank Jtrust Indonesia Tbk menggunakan lima rasio keuangan meliputi
working capital to total assets, retained earning to total assets, earning before
interest and taxes to total assets, market value of equity to book value of total
debt, dan sales to total assets.
Teknik analisis untuk mengolah data penelitian menggunakan analisis
rasio keuangan yang dikembangkan oleh Altman yaitu dengan metode Z-Score.
Dalam metode Z-Score ada lima rasio keuangan yang digunakan oleh Altman
untuk memprediksi financial distress pada perusahaan go public.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan
analisis Z-Score selama lima tahun (2012-2016) diperoleh nilai Z-Score secara
berturut-turut sebesar -0,475, -0,894, -0,985, -1,011, dan -0,888. Sesuai dengan
kriteria untuk menyatakan kondisi financial distress maka PT. Bank Jtrust
Indonesia Tbk diklasifikasikan sebagai perusahaan potensial bangkrut karena nilai
Z-Score yang diperoleh < 1,81. Beberapa faktor penyebab PT. Bank Jtrust
Indonesia Tbk berada dalam kondisi potensial bangkrut yaitu saldo laba ditahan
perusahaan dalam kondisi negatif dan nilai total utang perusahaan sangat besar
sehingga beban perusahaan menjadi tinggi dan berpengaruh terhadap pencapaian
laba perusahaan.
Kata kunci: Working capital to total assets, Retained earning to total assets,
Earning before interest and taxes to total assets, Market value of
equity to book value of total debt, Sales to total assets