Abstract :
Permasalahan yang dialami oleh para siswa di sekolah sering kali tidak dapat dihindari, meski dengan pengajaran yang baik sekalipun. Permasalahan ini dapat menjadi hambatan/tekanan yang mengganggu kelancaran studi siswa di sekolah. Siswa membutuhkan tempat atau media yang dapat membantunya mengatasi permasalahan yang mengganggu kehidupannya baik masalah belajar, keluarga, sosial, dan masalah lainnya. Oleh karena itu, konseling merupakan salah satu upaya untuk membantu mengatasi konflik, hambatan, dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan konseli, sekaligus sebagai upaya peningkatan kesehatan
mental.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi konselor dan keterbukaan diri konseli terhadap keberhasilan proses konseling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMK Negeri 1 Geger Madiun tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah sampel 83 siswa yang mendapatkan layanan konseling individual. Teknik sampling yang digunakan penulis adalah sampling jenuh. Data diperoleh dengan menggunakan metode angket berbentuk skala yaitu skala keterampilan komunikasi konselor, skala keterbukaan diri konseli, dan skala keberhasilan proses konseling.
Dalam penelitian ini penulis mengajukan 3 hipotesis yaitu:1) Hipotesis minor pertama yang berbunyi: keterampilan komunikasi konselor berpengaruh terhadap keberhasilan proses konseling, 2) Hipotesis minor kedua yang berbunyi: keterbukaan diri konseli berpengaruh terhadap keberhasilan proses konseling, 3) Hipotesis mayor berbunyi: keterampilan komunikasi konselor dan keterbukaan diri konseli berpengaruh terhadap keberhasilan proses konseling.
Data dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Model persamaan garis regresi Y = 71.416 + 0,210 + 0.230 hasil analisis selanjutnya menunjukkan bahwa: 1) keterampilan komunikasi konselor berpengaruh terhadap keberhasilan proses konseling, terbukti t hit=2.311>t tabel=1.990, 2) keterbukaan
diri konseli berpengaruh terhadap keberhasilan proses konseling, terbukti t hit=2.952>t tabel=1.990, 3) keterampilan komunikasi konselor dan keterbukaan diri konseli berpengaruh terhadap keberhasilan proses konseling, terbukti F hit= 9.121>F tabel=2.295.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) karena t hit > t tabel=1.990 maka hipotesis minor pertama diterima. 2) karena t hit > t tabel =1.990 maka hipotesis minor kedua diterima. 3) karena F hit > F tabel =2,295 maka hipotesis mayor diterima.