Abstract :
Keberhasilan konseling merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam proses konseling. Keberhasilan konseling adalah suatu perwujudan keberhasilan seorang konselor dalam menangani masalah siswa. Faktor-Faktor Keberhasilan
Konseling: Penelitian Diri yaitu berisi tanggapan tanggapan untuk memingkatkan belajar konseli untuk perubahan tingkah laku, Kemampuan Konselor yaitu menguasai tentang psikologi dan keterampilan konseling, Kerjasama antara Konselor dan Konseli sangat Dibutuhkan yaitu kerja sama antara konselor dan konseli bisa memperbaiki perilaku konseli agar konseli bisa keluar dari masalahnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan konselor membangun hubungan baik dengan konseli dan keternukaan konseli terhadap keberhasilan konseling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK
PGRI 1 Mejayan tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 106 siswa. Teknik sampling yang digunakan penulis adalah Sampling Jenuh. Data diperoleh dengan menggunakan metode angket berbentuk skala yaitu skala kemampuan konselor
membangun hubungan baik dengan konseli, skala keterbukaan konseli, dan skala keberhasilan konseling.
Dalam penelitian ini penulis mengajukan 3 hipotesis yaitu : 1) Terdapat pengaruh keterbukaan konseli terhadap keberhasilan konseling, 2) Terdapat pengaruh kemampuan konselor membangun hubungan baik dengan konseli terhadap keberhasilan konseling, 3) Terdapat pengaruh kemampuan konselor membangun hubungan baik dengan konseli terhadap keberhasilan konseling.
Data dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Model persamaan garis regresi Y = 26,153 - 0,392 (X1) + 1,005 (X2). 2) Analisis
korelasi memiliki keeratan sangat kuat dengan angka R sebesar 0,793. 3) Koefisien determinasi sebesar 0,630, hal ini berarti kemampuan konselor membangun hubungan baik dengan konseli dan keterbukaan konseli memiliki
pengaruh sebesar 42,40% terhadap keberhasilan konseling. 4) Hipotesis ?Terdapat pengaruh keterbukaan konseli terhadap keberhasilan konseling?, diterima. 5) Hipotesis ?Terdapat pengaruh kemampuan konselor membangun hubungan baik dengan konseli terhadap keberhasilan konseling?, diterima. 6) Hipotesis ?Terdapat pengaruh kemampuan konselor membangun hubungan baik dengan konseli dan keterbukaan konseli terhadap keberhasilan konseling?, diterima.