Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritismatematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dibandingkan dengan kemampuan berpikir kritismatematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental Designdengandesign Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel diambildengan teknik Cluster Random Sampling menghasilkan 2 kelas yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas VII-B sebagai kelas kontrol tahun ajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa masing-masing 32 siswa. Pada kelas eksperimen siswa diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) sedangkan pada kelas kontrol siswa diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui teknik tes kemampuan berpikir kritis matematis dan catatan lapangan. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil penelitian kemampuan berpikir siswa matematis sebagai berikut :
1. Nilai rata-rata tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) sebesar 25,202 sedangkannilai rata-rata tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarmenggunakan model pembelajaran langsung sebesar 17,578.
2. Dari skor pretes dan skor posttestes kemampuan berpikir kritis matematis siswa akan diuji reliabilitas dengan r11 = 0,450 dalam kategori cukup baik sehingga, baik soal pretes maupun posttes dapat digunakan.
3. Dari skor data posttes ?pretes kemampuan berpikir kritis matematis siswa akan diuji normalitas pada kelas eksperimen Lobs = 0,085 danLtabel = 0,159 sedangkankelas kontrol Lobs = 0,103 dan Ltabel = 0,157. Dari hasil tersebut Lobs?DK, maka sampel kedua kelas berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
4. Pengujian hipotesis menggunakan uji dengan taraf nyata 0,05 dan diperleh nilai t (=1,67337473) DK, maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik daripada kemampuan berpikir krtitis matematissiswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung.