Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tingkat kemampuan berpikir divergen siswa melalui model Pembelajaran Open Ended siswa kelas VIIB SMP Negeri 4 Madiun. Kemampuan berpikir divergen adalah aspek yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matametika. Dalam praktek pembelajaran keterampilan berpikir divergen dapat dikembangkan melalui pemecahan masalah soal-soal terbuka. Pendekatan pembelajaran yang sejalan untuk mengembangkan
berfikir divergen melalui soal-soal terbuka adalah dengan menggunakan pendekatan open ended. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model siklus yang dikembangkan oleh Hopkins dimana dalam pelaksanaan dilakukan secara spiral dimulai dari, perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan observasi, mengadakan refleksi, melakukan rencana ulang, dan seterusnya.
Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data kemampuan berpikir divergen siswa dan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran Open Ended. Untuk mengumpulkan data kemampuan berpikir divergen siswa
dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, sedangkan untuk kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran Open Ended menggunakan metode observasi. Metode tes menggunakan instrumen yang berupa butir-butir tes essay
digunakan untuk mengukur dan mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir divergen siswa berdasarkan indikator berpikir divergen yaitu berpikir lancar (fluency), berpikir luwes (flexibility), berpikir orisinal (originality) dan berpikir luwes (elaboration). Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran Open Ended dalam kegiatan belajar mengajar. Catatan lapangan digunakan untuk mengumpulkan data di lapangan, mengetahui aktifitas yang terjadi selama kegiatan belajar mengajar.
Hasil dari penelitian ini adalah :
1. Persentase ketuntasan kelas pada siklus I sebesar 33% dan siklus II sebesar 67%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir divergen siswa secara tertulis mengalami peningkatan namun belum mencapai indikator yang
ditentukan.
2. Skor rata-rata total hasil pengamatan KBM pada siklus I sebesar 3,03 dengan kategori baik dan siklus II sebesar 3,56 dengan kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran Open Ended mengalami peningkatan dan sudah mencapai indikator yang ditentukan.
3. Pembelajaran Open Ended belum dapat meningkatkan kemampuan berpikir divergen siswa apabila hanya dilakukan dengan II siklus saja.