Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik secara lisan dan nonlisan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) di kelas XB SMA Katolik Santo
Bonaventura Madiun. Indikator yang diamati yaitu kemampuan komunikasi matematis secara lisan 1. Mengkomunikasikan ide-ide, gagasan, simbol dan konsep matematika, 2. Mendengarkan, berdiskusi, menanggapi ide-ide dan gagasan dalam diskusi kelompok, 3. Membagikan (sharing) strategi penyelesaian masalah matematika. kemampuan komunikasi matematis secara nonlisan yaitu 1.
Mengekspresikan ide-ide matematika kedalam bentuk tabel, gambar, diagram dan grafik, 2. Menghubungkan benda-benda nyata seperti notasi-notasi dan simbol kedalam gambar, grafik, tabel atau diagram matematika.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang peneliti gunakan adalah lembar observasi untuk mengamati kemampuan komunikasi matematis secara lisan, dan kemampuan komunkasi matematis secara nonlisan digunakan intrumen tes. Obyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XB SMA Katolik Santo Bonaventura Madiun tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah 24 peserta didik. Dari penelitian yang telah dilaksakan diperoleh hasil penelitian
sebagai berikut :
1. Skor rata-rata hasil kegiatan belajar mengajar siklus I sebsear 2,64 (kategori baik) dan siklus II 3,47 (kategori sangat baik). Hal ini menunjukkan bahwa
kemampuan guru dalam menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share mengalami peningkatan dan sudah mencapai indikator keberhasilan.
2. Skor rata-rata total kemampuan komunikasi matematis peserta didik secara lisan siklus I sebesar 2,19 (kategori cukup baik), dan siklus II sebesar 2,87 (kategori baik). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik secara lisan mengalami peningkatan dan telah mencapai indikator keberhasilan.
3. Nilai rata-rata kelas siklus I sebesar 63,30 dan siklus II sebesar 69,87. Persentase peserta didik tuntas siklus I sebesar 56,52% dan pada siklus II sebesar 68,18%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik secara nonlisan mengalami peningkatan namun belum mencapai indikator keberhasilan.
4. Pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik secara lisan namun belum optimal untuk secara nonlisan