Abstract :
Sesuai dengan tujuan pendidikan menurut NCTM (2000) dalam
(Hasratuddin, 2014), yang menyatakan bahwa standar matematika disekolah meliputi standar isi (mathematical content) yang harus di kuasai oleh siswa dalam kemampuan memecahkan masalah (problem solving), penalaran dan pembuktian (reasoning and proof), katerkaitan (connections), komunikasi (communication), dan representasi (representation). Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa disebabkan siswa tidak tertarik dengan pembelajaran matematika sehingga rasa ingin tahu siswa berkurang, dan siswa kurang berlatih dalam menyelesaikan soal matematika, gaya guru dalam mengajar di SMPN 4 Madiun. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang kemampuan berpikir kritis
siswa kelas VII A melalui model pembelajaran berbasis masalah (PBM).
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII A SMPN 4 Madiun melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah Siswa kelas VII A SMPN 4 Madiun tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah 30 siswa. dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut :
1. Skor rata-rata hasil observasi kegiatan belajar mengajar pada Siklus I diperoleh sebesar 2,66 dengan kategori baik dan siklus II sebesar 3,48 dengan kategori
sangat baik. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) mengalami peningkatan dan sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan.
2. Skor rata-rata total kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I sebesar 37,91 dan Siklus II sebesar 75,69. Persentase ketuntasan kelas pada Siklus I sebesar 17,39% dan siklus II sebesar 56,52%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata tes dan persentase ketuntasan kelas mengalami peningkatan akan tetapi belum mencapai kriteria ketuntasan yang ditentukan.
3. Model pembelajaran berbasis masalah (PBM) mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa namun peningkatannya belum optimal