Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran dengan pendekatan probing prompting dan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen semu. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 di SMP Negeri 4 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII H sebagai kelas eksperimen menggunakan pembelajaran dengan pendekatan Probing Prompting dan VII I sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan pembelajaran langsung. Teknik pengumpulan
data menggunakan metode tes. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam metode tes adalah tes kemampuan berpikir kritis matematika. Tes kemampuan berpikir
kritis matematika digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Instrumen penelitian sebelum diujicobakan terlebih dahulu divalidasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan taraf nyata 0,05. Untuk pengujian hipotesis kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh t (= 0,285) < t (=1,672) sehingga H diterima dan memberikan kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan pembelajaran dengan pendekatan probing prompting dan kemampuan berpikir
kritis siswa yang diajar menggunakan pembelajaran langsung.