Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman diri konseli dan sikap empati konselor terhadap keberhasilan layanan konseling individul. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK PGRI WONOASRI, Caruban, Madiun yang pernah melakukan layanan konseling individual pada bulan Februari sampai dengan September 2018 dengan jumlah 73 siswa. Teknik sampling yang di gunakan penulis adalah sampling jenuh dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar populasi 73 siswa. Data diperoleh dengan menggunakan angket berbentuk skala, yaitu skala keberhasilan layanan konseling individual,skala pemahaman diri dan skala sikap empati konselor. Dalam penelitian ini penulis menggunakan 3 hipotesis, yaitu: 1) hipotesis minor pertama berbunyi: Adanya pengaruh signifikan pemahaman diri konseli terhadap keberhasilan layanan konseling individual, 2) hipotesis minor kedua berbunyi: Adanya pengaruh signifikan sikap empati konselor terhadap keberhasilan layanan konseling individual, 3) hipotesis mayor berbunyi Adanya pengaruh signifikan pemahaman diri dan sikap empati konselor terhadap keberhasilan layanan konseling individual. Data dianalisis dengan menggunakan teknik regresi berganda. Berdasarkan hasil dari pengolahan data dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Model persamaan regresi?= 28,605-0,038 (X?) + 0,740 (X2). 2) Analisis korelasi memeliki R sebesar 0,602. 3) kooefisien determinasi (R square) sebesar 0,362, hal
ini berarti pemahaman diri konseli dan sikap empati konselor memberikan sumbangan sebesar 36,2% terhadap keberhasilan layanan konseling individual. 4) hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa: a) Ada pengaruh pemahaman diri konseli terhadap keberhasilan layanan konseling individual, ditolak, karena t hitung< dari t tabel (0,059<1.666), b) ada pengaruh sikap empati konselor terhadap keberhasilan layanan konseling individual, diterima. Karena t hitung > t tabel (6.107 >1.666). c) ada pengaruh pemahaman diri konseli dan sikap empati
konselor terhadap keberhasilan layanan konseling individual,diterima. Karena F hitung > F tabel (19,849 > 3,12). Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) hipotesis minor pertama ditolak, 2) hipotesis minor kedua diterima, 3) hipotesis
mayor diterima.