Abstract :
Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup manusia. Air yang kita konsumsi harus memenuhi syarat baik fisik, kimia maupun bakteriologis.
Penduduk desa Kaibon kecamatan Geger Kabupaten Madiun sebagian besar penduduknya menggunakan air sumur gali sebagai sumber air minum. Dari data puskesmas diketahui bahwa di desa Kaibon kejadian penyakit diare dan kulit dimana air merupakan media penularannya lebih tinggi dibanding penyakit lainnya.
Kualitas bekteriologi sumur dapat dipenuhi oleh pencemaran dari luar maupun pencemaran dari peresapan pembuangan kotoran manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri golongan coli dan pengaruh jarak sumur terhadap jumlah golongan coli air sumur. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel 10 sumur dengan jarak lebih dari 10 meter.
Pemeriksaan bakteriologis yang dilakukan berdasarkan MPN bakteri koliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel yang diperiksa, MPN bakteri koliform melebihi ketentuan persyaratan. Rata-rata jumlah bakteri golongan coli dengan jarak kurang dari 10 meter lebih besar dari jumlah bakteri golongan coli dengan jarak kurang dari 10 meter. Dengan uji statistik juga menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Untuk mengetahui penyebab pencemaran yang sebenarnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Dengan hasil tersebut untuk meningkatkan kualitas air agar memenuhi persyaratan perlu upaya-upaya antara lain dengan klorisasi dan memasak air yang benar.