Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada atau tidaknya hubungan antara keterbukaan diri dan penyesuaian diri pada karyawan . Asumsinya adalah apabila karyawan memiliki keterbukaan diri yang tinggi, maka penyesuaian dirinya akan tinggi pula. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara keterbukaan diri dengan penyesuaian diri pada karyawan. Penelitian ini juga ingin mengetahui ada tidaknya perbedaan penyesuaian diri berdasarkan jenis kelamin. Asumsinya adalah terdapat perbdaan penyesuaian diri antara laki-laki dan perempuan . Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan penyesuaian dari antara laki-laki dan perempuan.
Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan supermarket PT. Matahari Putra Prima. Tbk Madiun sebanyak 50 karyawan . Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk skala . Alat pengumpul data yang digunakan terdiri dari dua alat ukur, yaitu skala keterbukaandiri dan skalapenyesuaian diri. Dari statistik item dan reliabilitas pada skala keterbukaan diri diperoleh 31 item yang dinyatakan lulus seleksi dengan koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,7727. Sedangkan uji statistik item dan reliabilitas pada skala penyesuaian diri diperoleh 45 item yang dinyatakan lulus seleksi dengan koefisien reliabilitasalpha sebesar 0,9208. Untuk mengetahui adakah keterbukaan diri dengan penyesuaian diri digunakan metode analisis data korelasi product moment Pearson, sedangkan untuk mengetahui perbedaan penyesuaian diri berdasarkan jenis kelamin digunakan metode analisis data t-test.
Hasil analisis data penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar r=0,978 (p<0,01) dengan koefisien determinasi sebesar r²=0,956. Ini berarti bahwa keterbukaan diri berperan sebesar 96% terhadap penyesuaian diri. Data penelitian juga menunjukkan perbedaan secara signifikan , dimana laki-laki =263, 46 dan mean perempuan =218,58 pada taraf signifikansi 0,01. Itu berarti ada perbedaan penyesuaian diri berdasarkan jenis kelamin. Dengan demikian hasil kedua analisis ini menyatakan bahwa kedua hipotesis yang diajukan diterima .