Abstract :
Kendala terbesar yang dihadapi oleh perusahaan yang menjual produknya dengan cara kredit adalah resiko tidak tertagihnya piutang tersebut yang pada akhirnya akan mempergaruhi kondisi keuangan perusahaan. Penjualan dengan cara ini jelas akan besar pengaruhnya terhadap kondisi keuangan perusahaan, sebab dana yang seharusnya berputar akan tertanam dalam piutang. Hal ini tentunya memerlukan suatu cara tersendiri agar piutang yang terjadi cepat tertagih mengingat penjualan dengan cara ini mempunyai resiko yaitu tidak tertagihnya piutang tersebut. Disatu sisi perusahaan harus menjaga kelangsungan hidupnya dan disisi yang lain perusahaan mempunyai kewajiban yang harus diselesaikan kepada pihak ke III. Kewajiban-kewajiban kepada pihak ke III tersebut memerlukan dana yang besar mengingat modal asing mempunyai tingkat bunga yang lebih tinggi.
Bertitik tolak dari permasalahan tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul: Analisis pengaruh piutang terhadap tingkat likuiditas pada perusahaan air minum daerah tingkat II Kabupaten Madiun. Untuk mengetahui adakah pengaruh pengumpulan piutang terhadap tingkat likuiditas penulis menggunakan analisis rasio dana analisis piutang kemudian dari kedua analisis tersebut penulis melakukan pengujian dengan menggunakan uji korelasi untuk mengetahui hubungan tersebut.
Dari hasil analisis piutang diketahui bahwa terjadi keterlambatan dalam pengumpulan piutang. Keterlambatan ini berpengaruh terhadap tingkat likuiditas perusahaan sebesar 62,9%. Hasil dari penelitian diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan terutama tentang kebijaksanaan yang menyangkut piutang, mengingat kewajiban yang harus diselesaikan kepada pihak ke III memerlukan dana dalam jumlah besar.