Abstract :
Pencemaran terhadap lingkungan hidup manusia nampak semakin bertambah seiring dengan berkembangnya teknologi dan industri. Banyak fasilitas industri dengan fasilitas pengolahan buangan air kurang memadai menjadi salah satu sebab tercemarnya air badan sungai oleh bahan-bahan kimia beracun serta logam-logam berat yang tidak dapat terurai oleh mikroorganisme.
Dalam penelitian yang dilakukan terhadap Enceng Gondok untuk perlakuan logam secara Tunggal Pb. Cu dengan dosis 0, 1, 3, dan 5 ppm dan logam Majemuk dengan dosis yang sama, menunjukkan bahwa potensi penyerapan logam berat oleh tanaman dipengaruhi oleh kandungan logam yang ada pada media, semakin besar potensi penyerapan yang dilakukan oleh tanaman tetapi efisiensi penyerapannya menurun.
Dari semua perlakuan yang dicoba pada tanaman Enceng Gondok menunjukkan bahwa tidak adanya kolerasi antara veriabel covariate berat tanaman pada masa akhir penanaman, terhadap potensi penyerapan logam berat yang ada pada media. Hal ini berarti bahwa tanaman Enceng Gondong yang lebih banyak daripada tanaman Enceng Gondok yang lebih besar bukan berarti akan menyerap logam lebih banyak daripada tanaman Enceng Gondok yang lebih kecil.
Potensi penyerapan logam berat Pb dan Cu dalam berbagai konsentrasi ternyata memberikan hasil yang berbeda dalam hal kemampuan daya serap tanaman terhadap logam berat, dimana kemampuan logam berat ini dinyatakan dalam prosentase kandungan logam berat yang terkandung dalam daun dan batang Enceng Gondok Pb daun 2,9 % , batang 3,7 % dan Cu di daun 2,05 % / berat kering/ tanaman.
Pengaruh logam mejemuk Pb dan Cu terhadap pertumbuhan Enceng Gondok. Hal ini terbukti dengan masih bertambahnya jumlah batang, panjang dan lebar pada duduk daun I dan III, panjang akar, dan berat basah tanaman pada masa akhir penanaman dalam berbagai level konsentrasi.
Secara umum Enceng Gondok akan mencapai pertumbuhan yang optimal apabila berada di lingkungan dengan unsur hara yang cukup, kandungan logam berat berada di sekitar 1 dan 3 ppm selama 4 - 14 hari.