DETAIL DOCUMENT
Analisis unsur-unsur puisi dalam buku teks Terampil Berbahasa Indonesia SLTP kelas II berdasarkan kurikulum 1994
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Madiun
Author
Harini, Nur Lutfi
Subject
Faculty of Teacher Training and Education 
Datestamp
2022-06-03 07:33:13 
Abstract :
Penelitian yang berjudul ?analisis unsur-unsur puisi dalam buku teks terampil berbahasa Indonesia SLTP kelas II berdasarkan kurikulum 1994?dilatar belakangi dengan adanya penyimpangan-penyimpangan konvensi bahasa maupun konvensi sastra sehingga pembaca sebagai penikmat sastra mengalami kesulitan untuk mengerti makna puisi yang diciptakan penyair. Makna puisi yang sulit untuk dimengerti dapat menimbulkan sikap anti terhadap puisi Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan apresiasi sastra (puisi) adalah banyak berlatih menganalisis puisi. Analisis isi dan bentuk puisi dapat menolong siswa memahami maknanya Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur puisi dalam buku Teks Terampil berbahasa Indonesia SLTP kelas II berdasarkan kurikulum 1994. Analisis struktur fisik meliputi: diksi, pengimajian, majas, dan versifikasi (rima). Analisis struktur batin meliputi : tema, perasaan, serta amanat. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis struktural. Analisis struktural ialah kegiatan penelitian yang berusaha untuk menguraikan sesuatu objek dan bagian-bagiannya atau unsur-unsurnya dalam suatu bagian/struktur. Penggunaan metode analisis struktural yaitu struktur fisik yang meliputi diksi, pengimajian, majas, dan versifikasi (rima). Sedangkan struktur batin meliputi tema, perasaan, serta amanat dalam pembahasan puisi tersebut Berdasarkan ruang lingkup masalah-masalah puisi yang akan diteliti berjudul :Laut Amal Hamzah, nasib seseorang anak yatim karya Nining S. anak yang angkuh karya WS Rendra, padamu jua Amir Hamzah, aku karya Chairil Anwar. Menyesal karya A. Hasymy, Candi karya Sanusi Pane, Rindu Dendam karya JE Tatengkeng, Burung-burung enggan bernyanyi lagi karya MH. Sanusi Surya Permana, Pinggir sawah karya karya Trisno Sumardjo. Puisi-puisi tersebut terdapat dalam buku teks terampil berbahasa Indonesia SLTP kelas II berdasarkan kurikulum 1994, penerbit Trigenda Karya, Bandung Dari hasil analisis ditunjukkan bahwa struktur puisi yang judul-judulnya tercantum dalam buku teks terampil berbahasa Indonesia SLTP kelas II berdasarkan kurikulum 1994 pada umumnya baik mengandung nilai-nilai yang dapat dipakai untuk mendidik kepribadian anak. Adapun unsur-unsur yang membangun struktur puisi yang terdapat dalam buku teks terampil berbahasa Indonesia SLTP kelas II berdasarkan kurikulum 1994 dapat dikatakan sebagai berikut: pillihan katanya lebih banyak menggunakan kata-kata yang bernuansa kepedihan (laut karya Hamzah, anak yang angkuh karya karya WS Rendra, padamu jua karya Amir hamzah, menyseal karya A Hasymy, burung-burung enggan bernyanyi lagi karya Mh. Sanusi Surya Permana). Sedangkan puisi yang menggunakan pilihan kata yang bernuansa perjuangan hidup (aku karya chairil Anwar, nasib seorang anak yatim karya Nining s). puisi candi karya Sanusi Pane, pinggir sawahkarya Trisno Sumardjo menggunakan kata-kata bernuansa kebahagian, dan puisi dendam karya JE Tatengkeng menggunakan kata-kata yang bernuansa kerinduan terhadap Tuhannya. Pengimajian yang paling banyak digunkan adalah pengimajian visual (laut, nasib seseorang anak yatim padamu jua, aku, meyesal, candi, rindu dendam, dan pinggir sawah), juga ada pengimajian tactual (laut, nasib sesorang anak yatim, anak yang angkuh, padamu jua, aku, burung-burung enggan bernyanyi lagi), pengimajian auditoris (laut, padamu jua, aku, pinggir sawah) pengimajian rabaan ( anak yang angkuh, menyesal), pengimajian kinaestetik ( nasib seorang anak yataim, candi, pinggir sawah), pengimajian organik ( menyesal, burung-burung enggan bernyanyi lagi) Majas yang digunakan adalah personifikasi (laut, anak yang angkuh, padamu jua, aku, candi, rindu dendam, burung-burung enggan bernyanyi lagi), majas metafora (padamu jua, menyesak, pinggir sawah), majas simile(padamu jua, pinggir sawah), majas litotes (menyesal, nasib sesorang anak yatim), majas pars pro toto (anak yang angkuh, aku) majas totem pro parte ( nasib seorang anak yatim, majas pleonasme (nasib seorang anak yatim), majas paralelisme (menyesal), majas sinekdone(menyesal), majas antithesis (candi), majas repetisi (rindu dendam), majas retoris ( burung-burung enggan bernyanyi lagi) Versifikasi (rima) yang digunakan adalah rima silang (laut, anak yang angkuh, padamu jua, menyesal, candi) rima bebas ( anak yang angkuh, burung-burung enggan bernyanyi lagi, pinggir sawah, nasib seorang anak yatim), rima berangkai (nasib seorang anak yatim, padamu jua) rima terus (aku, candi, rindu dendam, rima aliterasi (laut, anak yang angkuh, padamu jua, aku menyesal, candi, rindu dendam), rima asonasi (laut, padamu jua, aku menyesal) Tema puisi yang terdapat dalam buku teks terampil berbahasa indonesia SLTP kelas II berdasarkan kurikulum 1994 meliputi tema perjuangan untuk mendapatkan kedamaian (laut), kegigihan untuk memertahankan hidup (nasib seorang anak yatim), kesedihan(anak yang angkuh, menyesal, burung, burung enggan bernyanyi lagi) ketuhanan (padamu jua, rindu dendam) kebebasan diri/hak asasi ( 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Madiun