DETAIL DOCUMENT
Analisis wacana iklan dalam majalah remaja kawanku
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Madiun
Author
Prihadi, Prihadi
Subject
Faculty of Teacher Training and Education 
Datestamp
2022-10-19 03:16:47 
Abstract :
Skripsi ini, sesuai judulnya, bertujuan menganalisis iklan dalam majalah remaja kawanku. Fokos diarahkan untuk menjawab pertanyataan: Bagaimana wujud penuturan wacana iklan yang ada dalam masalah remaja? Bagaimana efisiensi dan pilihan kata yang digunakan dalam mempengaruhi pembaca? Melalui penelitian terhadap kedua hal itu, diharapkan hasil penelitian ini minimal dapat memberikan kontribusi untuk dua kepentingan : (1). Salah satu bahan dalam pengajaran bahasa Indonesia, khususnya wacana persuasive, dan (2). Dapat menjadi landasan bagai peningkatan mutu tulisan wacana iklan, sekaligus menjadi pedoman wacana iklan bagi biro-biro pembuat iklan majalah remaja. Adapun langkah-langkah metodologis yang diterapkan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : pertama, memilih secara variatif, membaca, mencatat, dan mengkode data berupa wacana iklan dalam majalah remaja kawanku yang terbit bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, dan Juli 2001: kedua, mengklasifikasi dan mengiterpretasikan wacana iklan tersebut menurut wujud penuturan dan pilihan kata yang digunakan dalam wacana iklan: ketiga, menyiapkan hasil analisis digunakan dalam iklan Dalam analisis penuturan dicermati beberapa hal berikut ini : (1). Mengkategorikan data iklan apakah berbentuk langsung ataukah tidak langsung, hal ini dicermati dengan ada atau tidaknya tajuk iklan : (2). Pencirian kalimat yang dipakai dalam iklan : kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat seruan, kalimat persilaan, kalimat ajakan, atau kalimat larangan : (3). Kaidah retorik yang digunakan: (4). Menyimpulkan hasil analisis. Dalam analisis pilihan kata dan efisiensi pemakaian kata akan di cermati beberapa hal berikut ini: (1)pemakian kata yang mempunyai daya persuasif atau daya pikat yang tinggi: (2)pemakaian kata serapan (asing, daerah, dan prokem) yang mengganggu dan kontra produktif dengan tujuan iklan. Dengan demikian bisa dikelompokkan wujud penuturan yang bagaimana yang sesuai untuk meyakinkan pembaca, yang nota bena adalah remaja, juga pilihan kata seperti yang efisien-efisien mempengaruhi pembaca. Sebagai kesimpulan umum bisa dikatakan bahwa pembuatan iklan tidak terlepas dari penguasaan terhadap wacana persuasive, yang menuntut bukan hanya pengetahuan terhadap kalayak pembaca remaja, melainkan juga penguasaan atas kaidah dan pemanfaat bahasa secara kreatif dan konsisten yang diarahkan untuk berkomunikasi secara akrab dengan remaja dan pada gilirannya meyakinkan mereka tentang produk yang diiklankan Demikian tulisan ini dibuat dengan kehendak baik untuk pembaca yang ingin memanfaatkan dan mengembangkan pengetahuan bahasa periklanan semoga bermanfaat. 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Madiun