Abstract :
Dewasa ini kesusastraan Indonesia mengalami perkembangan yang mengembirakan. Perkembangan ini satu di antaranya dengan terbitnya karya-karya sastra baik yang berupa roman, novel, cerpen, maupun puisi yang dihasilkan oleh pengarang-pengarang muda, baik itu pengarang pria atau wanita, yang tersebar di mana-mana. Pengarang-pengarang tersebut antara lain Marga T, Mira W, V. Lestari, Ahmad Tohari, Prasasti, Hilman, Yudistira ANM Massardi, Arswendo Atmowiloto.
Di antara pengarang-pengarang tersebut penulis tertarik kepada pengarang wanita yaitu V. Lestari dengan hasil karyanya yang sebagian besar berbentuk novel yang isinya penuh dengan misteri. Judul novel tersebut antara lain Yang Tak Ternilai, Mawr Mekar Bukan Karena Memar, Rahasia Sang Ayah, Hotel Romantika, Ketika Misteri Terungkap, dan sebagainya.
Di antara novel yang disebutkan di atas, penulis tertarik pada Mawar Mekar Bukan Karena Memar karena novel tersebut baru diterbitkan yaitu tahun 1999, terkadang cerita misteri yang menarik, dan berisi tentang sikap dan sifat dari kehidupan manusia.
Dari uraian di atas penulis tertarik untuk meneliti sebagian dari unsur intrinsiknya yaitu tentang tema dan perwatakan dari novel tersebut.
Berdasarkan dari masalah di atas tujuan dan manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Memperkenalkan sebuah hasil karya fiksi yang berbentuk novel Mawar Mekar Bukan Karena Memar karya V.Lestari kepada para pembaca umumnya dan guru bidang studi Bahasa dan sasra Indonesia khususnya.
b. Menunjukan tema mayor dan tema minor yang terdapat dalam novel Mawar Mekar Bukan Karena Memar karya V. Lestari.
c. Menunjukkan perwatakan tokoh-tokoh dalam novel Mawar Mekar Bukan Karena Memar karya V. Lestari
d. Menambah atau memperdalam ilmu pengetahuan penulis dalam menganalisis karya fiksi khusunya novel dalam bidang tinjauan tema dan perwatakannya.
e. Memperbanyak penelitian dalam bidang tinjauan tema dan perwatakan dalam karya fiksi novel.
f. Bagi peneliti lain di masa mendatang, penelitian ini dapat dipakai ebagai salah satu sumber informasi jika ingin mengkaji objek penelitian yang kebetulan sama.
Untuk mengetahui tema dan perwatakan tokoh dari novel Mawar Mekar Bukan Karena Memar telah dikemukakan beberapa pengertian tema dan perwatakan dari beberapa pendapat para ahli. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa tema ialah dasar yang paling penting dari sebuah cerita atau suatu gagasan sentral yang hendak diperjuangkan dan merupakan pokok persoalan dari suatu cerita atau novel. Sedangkan untuk menentukan tema tidaklah mudah. Tema dalam keadaan tersembunyi dan tersirat. Tema justru tersamar dalam seluruh elemen.
Sedangkan tema menurut jenisnya ada dua macam yaitu tema mayor dan tema minor. Tema mayor adalah tema pokok atau permasalahan yang minor adalah permasalahan yang merupakan cabang dan sering juga disebut tema bawahan.
Pengertian perwatakan juga dikemukan oleh beberapa pedapat para ahli dan dapat disimpulkan bahwa perwatakan atau watak adalah seluruh sifat-sifat manusia yang digambarkan dengan tingkah laku. Perwatakan atau watak dalam karya fiksi novel ada dua macam yaitu watak yang baik dan buruk atau posotif dan negatif.
Penelitian yang dilakukan ini adalah bersifat penelitian kualitatif yaitu suatu peneltian yang tidak berdasarkan angka-angka tapi berwujud data-data. Dilihat dari judul penelitian ini yaitu tinjauan Tema dan Perwatakan Novel Mawar Mekar Karena Memar karya V. Lestari jelas bahwa penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian deskriptif dan menggunakan metode kepustakaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka selanjutnya akan dibahas dan dijabarkan tentang tema dan perwatakan dari novel Mawar Mekar Bukan Karena Memar karya V. Lestari dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Tema mayor: Kehidupan seorang gadis yang kurang kasih sayang dan selalu mengalami berbagai peristiwa pahit serta penderitaan tapi akhirnya dapat mengungkapkan kebenaran.
2. Tema minor: seorang anak yang lebih sayang kepada ibunya daripada dirinya sendiri walaupun ibunya ternyata lebih sayang pada materi. Tema minor yang lainadalah : a) Watak bertentangan baik dan buruk ada dalam setiap manusia. b) Dalam setiap musibah ada hikmahnya. c) Watak seseorang bisa berubah karena suatu peristiwa.
3. Perwatakan : a) Saudari berwatak sederhana, cekatan, berani, jujur, sopan, pandai, tahu tata karma, tapi juga selalu khawatir dan curiga. b) Rani berwatak baik dan buruk yaitu penyayang, bangga pada anak, sopan, jujur, pandai, tahu tata krama, tetapi juga pendendam, iri, dengki dan materialistis. c) Maman berwatak bengal, sombong, suka menganggu, licik, tapi dengan adanya peristiwa yang menimpa dirinya ia kembali menjadi baik yaitu suka menolong dan tidak mau bergantung pada orang lain. d) Wira berwatak keras mudah emosi tapi ia juga lembut penyayang dan bijaksana. c) Luki Suka berpikir , iba atau kasihan pada orang lain dan suka menolong. f) Somad berwatak sombong, tidak punya rasa bersalah, terlalu berani,