DETAIL DOCUMENT
Kajian keberadaan pantun dalam pembelajaran sastra di SLTP
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Madiun
Author
Sutarto, Sutarto
Subject
Faculty of Teacher Training and Education 
Datestamp
2022-11-02 08:06:32 
Abstract :
Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama, dan merupakan puisi Indonesia. Pantun memiliki bentuk yang sederhana, dengan rima, irama dan aturan-aturan yang mengikatnya mampu menampilkan pancaran estetika . Hal ini membuat pantun lebih dikenal disbanding jenis-jenis puisi lama lainnya dantetap mewarnai dunia kesusastraan Indonesia serta masih dijumpai di tengah-tengah kegiatan masyarakat. Menurut isinya pantun dapat berfungsi untuk tujuan rekreatif, informative, motivatif, edukatif, bahkan religious. Siswa sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) sangat tepat untuk dibimbing mengembangkan kreativitasnya dalam bidang apresiasi puisi, termasuk apresiasi pantun. Pada usia ini siswa akan memasuki masa remaja. Sifat-sifat emosional, berfantasi, dan romantis menandai situasi kejiwaannya. Oleh karena itulah untuk mengapresiasikan isi hatinya siswa cenderung menggunakan atau memilih puisi-puisi sederhana. Di SLTP, pantun memiliki potensi sebagai materi pembelajaran yang dapat dijadikan landasan atau dasar bagi siswa untuk belajar menulis puisi-puisi bentuk lain, Dalam menulis puisi tahap permulaan, siswa cenderung dipengaruhi bentuk pantunn dan syair. SLTP merupakan wahana yang strategis untuk melestarikan dan mengembangkan pantun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keberadaan pantun dalam GBPP Mata pelajaran Bahasa Indonesia SLTP kurikulum 1994, perangkat program pembelajaran, buku paket bahasa Indonesia SLTP, soal-soal evaluasi, dan pembelajaran sastra di SLTP secara umum. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah memberikan informasi tentang kondisi objektif keberadaan pantun dalam pembelajaran sastradi SLTP menurut kurikulum 1994 kepada guru=guru bahasa Indonesia SLTP, musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) bahasa Indonesia SLTP, dan penyusun kurikulum, untuk dijadikan pertimbangan dalam perencanaan dan melaksanakan pembelajaran sastra di SLTP. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji sumber data berupa buku dan sejumlah dokumen atau arsip di SLTP Negeri 1 Bendo, Magetan, mulai Februari 1999 hingga Juli 1999. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini meliputi GBPP Bahasa Indonesia SLTP Kurikulum 1994, perangkat program pembelajaran, buku paket, dan soal-soal evaluasi, yaitu soal-soal ulangan umum caturwulan dan soal-soal ebtanas. Teknik pengumpulan data lebih dahulu. Dari sumber data tersebut diperoleh sejumlah data dengan jalan melakukan seleksi dan klasifikasi. Selanjutnya data-data tersebut dikaji sehingga memperoleh temuan atau hasil kajian. Pembahasan dilakukan dengan jalan menganalisis dan menginterpretasikan hasil kajian. Dari hasil kajian dan pembahasan yang dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keberadaan pantun dalam GBPP bahasa Indonesia SLTP kurikulum 1994 dan perangkat program pembelajaran (AMP dan PSP) tidak tercantum secara eksplisit. Sedangkan keberadaan pantun dalam buku paket Bahasa Indonesia SLTP sudah tercantum secara eksplisit dan proporsinya kurang memadai. Dalam soal-soal evaluasi keberadaan pantun juga sudah eksplisit yakni di kelas I dan III. Secara umum dapat diketahui pula bahwa keberadaan pantun dalam pembelajaran sastra di SLTP kurang eksplisit dan kurang proposional. Berkenaan dengan kajian ini ada beberapa saran dari peneliti, yakni : mengingat peran dan fungsinya pantun hendaknya perlu dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap dijadikan bahan pembelajaran sastra di SLTP melalui perencanaan atau penyusun program yang lebih eksplisit proporsional , apresiatf, dan edukatif, serta dengan upaya apresiasi dan aktualisasi melalui kegiatan ekstrakurikuler. 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Madiun