Abstract :
Analisis kesalahan perlu dikaji karena memiliki manfaat yang besar bagi pembelajaran bahasa kedua. Pembelajaran bahasa Indonesia termasuk di dalamnya perangkat desa, dalam membuat surat dinas tidak terlepas dari unsur kesalahan. Kesalahan itu sebetulnya hal wajar karena dari kesalahan itulah orang bisa memperbaiki diri.
Dalam kehidupan sehari-hari orang sering melakukan kesalahan penulisan surat dinas di lembaga pemerintahan khususnya pemerintahan tingkat desa.
Hal-hal di atas mendorong penulis untuk mengadakan penelitian secara mendalam mengenai kesalahan-kesalahan berbahasa yang terdapat dalam surat dinas di desa Jenangan, Dinden, dan Simo Kecamatan Kwadungan.
Berdasarkan latar belakang masalah itu, masalah pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: ?Jenis-jenis kesalahan apa yang terdapat dalam surat dinas yang tertulis perangkat desa Jenangan, Kabupaten Ngawi.?
Berkaitan dengan masalah itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam penulisan surat dinas yang ditulis perangkat desa di desa Jenangan, Dinden, Purwasari, dan Simo, Kecaman Kwadungan, Kabupaten Ngawi.
Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hal ini didasarkan pada sifat atau karakteristik data dan tujuan penelitian. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif tidak bermaksud mengadakan perhitungan tetapi penelitian ini berusaha untuk memecahkan persoalan dan menjawab pertanyaan.
Data yang berupa kesalahan-kesalahan bahasa tersebut dikumpulkan dari dokumen surat keluar atau yang dibuat perangkat desa Jenangan, Dinden, Purwosari, dan Simo, sejumlah 34 buah. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif artinya peneliti menggolongkan jenis kesalahan menjelaskan dan menjawab pertanyaan dan menyimpulkan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam surat dinas yang ditulis perangkat desa tersebut terdapat kesalahan ejaan, tanda baca, pilihan kata, dan kesalahan kalimat.
Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa perangkat desa atau penulis surat belum menguasai sepenuhnya pemakaian bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam menulis surat dinas. Hal ini terbukti setelah penulis menganalisis surat dinas yang ditulis perangkat desaternyata di dalamnya banyak terdapat kesalahan ejaan, tanda baca, pilihan kata dan kesalahan kalimat.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan hal-hal sebagai berikut.
1. Bagi Pembina bahasa tulis perlu dilakukan sampai ketingkat desa terutama penggunaan bahasa tulis dalam surat menyurat:
2. Bagi penelitian lanjut dapat dilakukan penelitian yang lebih luas menyangkut penulisan surat dinas, tidak hanya tigadesa tetapi peneliti lanjut dapat melakukan penelitian serupa dengan memperbanyak sampel penelitian. Di samping itu jika dapat dilakukan penelitian kemampuan berbahasa Indonesia tidak hanya dalam hal menulis surat dinas.