DETAIL DOCUMENT
Tokoh-tokoh wanita dalam roman-roman puncak Balai Pustaka dan Punjangga Baru
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Madiun
Author
Supriyatin, Yayuk
Subject
Faculty of Teacher Training and Education 
Datestamp
2022-11-17 03:01:49 
Abstract :
Perlakuan masyarakat terhadap wanita dan sikap serta tingkah laku wanita dalam masyarakat mengalami pergeseran. Pergeseran tersebut terus berjalan seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman. Perubahan dan perkembangan sikap serta tingkah laku wanita dalam masyarakat dapat dilihat melalui tokoh-tokoh wanita dalam roman puncak angkatan Balai Pustaka dan angkatan Pujangga Baru Karya sastra (roman) tidak lepas dari kritik sastra. Kritik sastra baik mengenai pengarang, tema maupun tokoh ?tokoh dalam karya sastra. Selama ini kritik sastra banyak membahas dan menggambarkan pengarang serta tokoh laki-laki daripada pengarang dan tokoh wanita. Karena itu dalam skripsi ini penulis tertarik untuk membahas tokoh-tokoh wanita dengan segala perwatakan dan kehidupan sosialnya. Roman ialah bentuk prosa yang baru dikenal dalam kesusastraan Indonesia pada permulaan abad ke-20 , pengganti hikayat dalam arti sage, yang telah mulai lenyap pada zaman peralihan kesusastraan lama dengan yang baru (pertengahan abad ke 19). Arti roman aslinya, cerita dalam bahasa Romawi dan kemudian diambil jalan ceritanya saja, sedangkan bahasa daerah tempat roman itu ditulis. Isi roman-roman tentang kehidupan orang-orang serta pengalamannya dan sifatnya maupun adat ?istiadatnya. Roman menceritakan seluruh kehidupan pelaku-pelakunya dari kecil hingga matinya, dari ayunan hingga ke kubur. Roman puncak angkatan balai pustaka yang dijadikan bahan penelitian penulis Nurbaya. Sedangkan bahan penelitian roman puncak angkatan Pujangga Baru yaitu Layar Terkembang dengan tokoh wanita Tuti dan Maria. Penelitian tokoh-tokoh wanita dalam roman-roman di atas meliputi penelitian dari segi psikologis dan segi sosiologis. Segi psikologis mengenai perwatakan dan segi sosiologis mengenai kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perwatakan tokoh-tokoh wanita dalam roman puncak Balai Pustaka dan Pujangga Baru, (2) latar belakang sosial tokoh-tokoh wanita dalam roman-roman puncak Balai Pustaka dan Pujangga Baru, (3) kehidupan sosial tokoh-tokoh wanita dalam roman-roman puncak Balai Pustaka dan Pujangga Baru. Dalam penelitian ini penulis tidak memerlukan tempat dan waktu secara khusus. Adapaun tempat penelitian cukup dilaksanakan di rumah tempat dan waktu secara khusus. Adapaun tempat penelitian cukup dilaksanakan dirumah tempat tinggal penulis. Sedangkan waktu penelitian dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dalam pembuatan skripsi. Berdasarkan jenis penelitian dan objek penelitian maka untuk memperoleh gambaran mengenai tokoh-tokoh wanita dalam Sitti Nurbaya dan Layar Terkembang, penulis menggunakan metode kepustakaan dan metode analisis. Metode kepustakaan digunakan untuk memperoleh buku-buku sumber sebagai dasar teori dalam penyusunan skripsi. Sedangkan metode analisis digunakan penulis untuk data tentang segi psikologis tokoh-tokoh wanita dalam roman-roman di atas. Kemudian tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitiian ini yaitu dengan mengorganisasikan data dengan cara mengurutkan data sesuai dengan tujuan penelitian. Urutan data tersebut merupakan hasil analisis data mengenai segi psikologis yaitu perihal perwatakan dan segi sosiologis mengenai kehidupan sosial. Berdasarkan analisis data dari kedua roman puncak Balai Pustaka dan Pujangga Baru dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Siti Nurbaya: sangat sabar serta mudah kasihan terutama kepada orang yang lebih tua, baik budi, tahu sopan santun , cerdik serta pandai , taqwa, tidak mudah percaya pada mimpi , pandai menghibur temannya yang sedang gundah, penuh perhatian, berbakti kepada orang tuannya, setia pada janji, keras hati dan tidak mudah gentar (menyerah) anak orang kaya , anak tunggal yang berpendidikan, pandai bergaul dan akrap dengan siapa saja, tidak setuju dengan sikap masyarakat dan kaum pria yang memandang rendah wanita dan menginginkan adanya persamaan perlakuan pria dan wanita, (2) Tuti : penuh rasa percaya diri, tidak mudah kagum dan heran terhadap sesuatu yang dilihatnya, menjunjung tinggi harga dirinya, serius dan keras hati, sangat sayang kepada adiknya, sangat dermawan, anak sulung bekas wedana di daerah Banten, aktif dalam organisasi wanita, memegang teguh disiplin, wanita modern dan berpendidikan serta selalu berpikir realistis, berjuang membela wanita dari ketidakadilan, selalu membangkitkan semangat wanita untuk mencapai kedudukan yang sama dengan pria dalam masyarakat, rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk organisasi, tidak percaya akan keagungan cinta dan berprinsip hidup adalah kerja, (3) Maria selalu ceria dan sangat ekspresif, mudah sekali kagum terhadap apa yang dilihatnya, suka keindahan dan lebih suka mengerjakan sesuatu yang bersifat santai tanpa harus memerlukan pemikiran yang serius, anak bungsu dari bekas wedana, pandai bergaul, pandai menyesuaiakan diri dan mudah akrap dan percaya akan keagungan cinta. Hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa baik dari segi psikol 
Institution Info

Universitas Katolik Widya Mandala Madiun