Institusion
Universitas Katolik Widya Mandala Madiun
Author
Yudhawati, Cheppy Jaya Vinita
Subject
Faculty of Economics
Datestamp
2023-10-19 04:38:03
Abstract :
Perusahaan yang mengalami perkembangan dalam bisnisnya akan membentuk suatu unit organisasi yang dibagi dalam devisi-devisi dimana setiap devisi mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing.Perusahaan yang terbagi menjadi devisi-devisi sering terjadi transfer barang dan jasa dari devisi ke devisi lain. Penentuan harga transfer harus dapat digunakan untuk mengatur kinerja devisi sehingga dapat memotivasi para manajer devisi untuk meningkatkan kinerjanya tanpa mengabaikan tujuan perusahaan. Oleh karena itu penulis mengadakan penelitian penentuan harga transfer yang sesuai sehingga dapat dipergunakan untuk meningkatkan prestasi manajer devisi.
PT.Mentari Massen Toys Indonesia mentransfer bahan baku kayu olahan ke PT.Mentari Internasional apabila PT.Mentari Internasional memesannya. PT.Mentari Massen Toys Indonesia dalam penentuan harga transfer yang digunakan adalah metode harga pokok berdasarkan biaya variabel standar, tanpa ada unsur laba diperhitungkan sebesar Rp.3.315.935,- per meter kubik PT.Mentari Massen Toys Indonesia akan mengalami kerugian apabila harga tranfer yang ditetapkan sebesar biaya variabel standar tanpa ada tambahan laba yang diperhitungkan, akibatnya tidak dapat memotivasi manajer divisi PT.Mentari Massen Toys Indonesia untuk memenuhi transfer ke PT.Mentari internasional. Penetapan harga transfer dengan memasukkan komponen laba didalamnya akan lebih tepat karena penilaian prestasi divisi diukur berdasarkan laba yang diperoleh. Dari analisis metode harga transfer yang sesuai dengan kondisi perusahaan adalah harga transfer berdasarkan biaya penuh standar plus laba yaitu sebesar Rp.3.835.030 per meter kubik akan memperoleh laba sebesar Rp.41.836.700 (berdasarkan laba pokok) atau sebesar Rp.3.611.227 per meter kubik akan memperoleh laba sebesar Rp.14.980.278,- (Berdasarkan ROI). Dan metode atas dasar variabel standar plus laba yaitu sebesar Rp.3.647.526,- memperoleh laba Rp.39.791.200,- (berasarkan harga pokok) atau sebesar Rp.3.611.051,- per meter memperoleh laba Rp.14.959.120, (berdasarkan ROI). Dengan demikian PT. Mentari Massen Toys Indonesia akan memperoleh laba sehingga dapat memotivasi manajer untuk memenuhi permintaan dari PT.Mentari Internasional.
Kesimpulan dari penelitian ini harga transfer yang diterapkan selama ini kurang adil, karena devisi penjual menanggung biaya tetap sebesar Rp.20.455.000,- per meter kubik. Seharusnya di dalam penentuan harga transfer harus sesuai dengan kondisi perusahaan atau terlebih dahulu dinegosiasi antar perusahaan, hal ini untuk menghindari kerugian salah satu pihak.
PT.Mentari Massen Toys Indonesia sebaiknya menghindari penetapan harga transfer atas dasar biaya variabel standar tanpa adanya komponen laba, karena PT.Mentari Masen toys Indonesia sebagai devisi penjual akan menanggung biaya tetap apabila mentransfer sawmill ke PT. Mentari Internasional