Abstract :
Pengumuman dividen merupakan fenomena yang masih diperdebatkan dan menjadi teka-teki dibidang ekonomi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ketidakcocokan antara teori dan praktek . secara teoritis, pengumuman dividen naik merupakan sinyal positif sebab pengumuman ini menaikkan ekspektasi investor tentang prospek pendapatan emiten masa depan. Sebaliknya pengumuman dividen turun merupakan sinyal negative, sebab investor berekspektasi bahwa harga saham bereaksi negative terhadap informasi pengumuman dividen naik, sehingga pada pengumuman dividen naik merupakan bad news. Sedangkan harga saham bereaksi positif terhadap pengumuman dividen turun, sehingga informasi tersebut merupakan good news. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti emperis bahwa pengumuman dividen memiliki kandungan informasi yang dapat menimbulkan reaksi pasar sekitar tanggal pengumuman dividen.
Penelitian ini dilakukan terhadap 20 perusahaan dari 44 perusahaan manfaktur yang mengumumkan dividen tunai selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2003 dan 2004 periode pengamatan penelitian selama 11 hari yaitu 5 hari sesudah pengumuman dividen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji one sample t-test dan uji dua sampel berpasangan paired sample t-test, untuk mengetahui abnormal return sebdelum dan sesudah peristiwa.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return dan cumulative abnormal return pada waktu sebelum dan sesudah pengumuman dividen naik ataupun pengumuman dividen turun. Hal ini berarti informasi pengumuman dividen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdapat di BEJ selama tahun 2004. Dari hasil yang ada mengindikasikan bahwa pengumuman dividen tidak mengundang muatan informasi yang bernilai bagi investor atau mungkin disebabkan karena adanya peristiwa-peristiwa lain yang dapat mempengaruhi keputusan investasi investor.