Abstract :
Perubahan kinerja suatu perusahaan dapat dinilai dengan melakukan analisis pada laporan keuangan yang diterbitkan. Perubahan kinerja sendiri di ukur dengan menggunakan kinerja keuangan yang menggunakan indikator EAT (earning after tax) yaitu laba bersih setelah pajak dan kinerja operasional yang menggunakan indikator OP (operating profit) yaitu laba usaha. Penelitian ini menunjukkan untuk mengetahui apakah rasio keuangan berpengaruh terhadap perubahan kinerja pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
Penelitian ini berbentuk riset dengan menggunakan data sekunder. Sampel yang digunakan sebanyak 39 perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan keuangan secara berkala mulai tahun 2003-2005. Teknik analisis yang dilakukan adalah uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heteroskedatisitas, uji autokorelasi dan uji multikolinieritas) dan uji hipotesis yang dilakukan adalah dengan uji t dan uji F dengan tingkat signifikan 5%.
Berdasarkan uji F hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio (likuiditas, Leverage, profitabilitas dan aktivitas) secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan kinerja (earning after tax dan operating profit) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Berdasarkan uji t menunjukkan bahwa total debt to assets ratio berpengaruh signifikan terhadap perubahan kinerja ( untuk earning after tax) pada perusahaan manufaktur. Sedangkan total debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap perubahan kinerja (untuk operating profit) pada perusahaan manufaktur.